Mekah 21 Ayat — Baca Tafsir
Surat ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al A'laa. Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini
- وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ Wal-laili iżā yagsyā. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),
- وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ Wan-nahāri iżā tajallā. demi siang apabila terang benderang,
- وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ ۙ Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā. dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,
- اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ Inna sa‘yakum lasyattā. sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.
- فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ Fa ammā man a‘ṭā wattaqā. Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
- وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā. serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),
- فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ Fa sanuyassiruhū lil-yusrā. Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).
- وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ Wa ammā man bakhila wastagnā. Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)
- وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ Wa każżaba bil-ḥusnā. serta mendustakan (balasan) yang terbaik,
- فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ Fa sanuyassiruhū lil-‘usrā. Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.
- وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ Wa mā yugnī ‘anhu māluhū iżā taraddā. Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
- اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ Inna ‘alainā lal-hudā. Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.
- وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗ Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ūlā. Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
- فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ Fa anżartukum nāran talaẓẓā. Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.
- لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ Lā yaṣlāhā illal-asyqā. Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
- الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ Allażī każżaba wa tawallā. yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).
- وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ Wa sayujannabuhal-atqā. Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,
- الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ Allażī yu'tī mālahū yatazakkā. yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).
- وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙ Wa mā li'aḥadin ‘indahū min ni‘matin tujzā. Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,
- اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ Illabtigā'a wajhi rabbihil-a‘lā. kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
- وَلَسَوْفَ يَرْضٰى ࣖ Wa lasaufa yarḍā. Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya).