Mekah 50 Ayat — Baca Tafsir
Surat Al Mursalaat terdiri atas 50 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Humazah. Dinamai Al Mursalaat (Malaikat-Malaikat yang diutus), diambil dari perkataan Al Mursalaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.
- وَالْمُرْسَلٰتِ عُرْفًاۙ Wal-mursalāti ‘urfā(n). Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan
- فَالْعٰصِفٰتِ عَصْفًاۙ Fal-‘āṣifāti ‘aṣfā(n). dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencang;
- وَّالنّٰشِرٰتِ نَشْرًاۙ Wan-nāsyirāti nasyrā(n). demi (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,
- فَالْفٰرِقٰتِ فَرْقًاۙ Fal-fāriqāti farqā(n). dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,
- فَالْمُلْقِيٰتِ ذِكْرًاۙ Fal-mulqiyāti żikrā(n). serta (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu
- عُذْرًا اَوْ نُذْرًاۙ ‘Użran au nużrā(n). untuk (menolak) alasan atau (memberi) peringatan,
- اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَوَاقِعٌۗ Innamā tū‘adūna lawāqi‘(un). sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.
- فَاِذَا النُّجُوْمُ طُمِسَتْۙ Fa iżan-nujūmu ṭumisat. Apabila bintang-bintang dihapuskan (cahayanya),
- وَاِذَا السَّمَاۤءُ فُرِجَتْۙ Wa iżas-samā'u furijat. apabila langit dibelah,
- وَاِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْۙ Wa iżal-jibālu nusifat. apabila gunung-gunung dihancurleburkan,
- وَاِذَا الرُّسُلُ اُقِّتَتْۗ Wa iżar-rusulu uqqitat. dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya,
- لِاَيِّ يَوْمٍ اُجِّلَتْۗ Li'ayyi yaumin ujjilat. (niscaya dikatakan kepada mereka,) “Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang kafir itu)?”
- لِيَوْمِ الْفَصْلِۚ Liyaumil-faṣl(i). Sampai hari Keputusan.
- وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِۗ Wa mā adrāka mā yaumul-faṣl(i). Tahukah kamu apakah hari Keputusan itu?
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- اَلَمْ نُهْلِكِ الْاَوَّلِيْنَۗ Alam nuhlikil-awwalīn(a). Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang dahulu?
- ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْاٰخِرِيْنَ Ṡumma nutbi‘uhumul-ākhirīn(a). Lalu, Kami susuli mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian.
- كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ Każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a). Demikianlah Kami memperlakukan para pendurhaka.
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- اَلَمْ نَخْلُقْكُّمْ مِّنْ مَّاۤءٍ مَّهِيْنٍۙ Alam nakhluqkum mim mā'im mahīn(in). Bukankah Kami menciptakanmu dari air yang hina (mani)?
- فَجَعَلْنٰهُ فِيْ قَرَارٍ مَّكِيْنٍ Fa ja‘alnāhu fī qarārim makīn(in). Kemudian, Kami meletakkannya di dalam tempat yang kukuh (rahim)
- اِلٰى قَدَرٍ مَّعْلُوْمٍۙ Ilā qadarim ma‘lūm(in). sampai waktu yang ditentukan.
- فَقَدَرْنَاۖ فَنِعْمَ الْقٰدِرُوْنَ Fa qadarnā, fani‘mal-qādirūn(a). Lalu, Kami tentukan (bentuk dan waktu lahirnya). Maka, (Kamilah) sebaik-baik penentu.
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ كِفَاتًاۙ Alam naj‘alil-arḍa kifātā(n). Bukankah Kami menjadikan bumi sebagai (tempat) berkumpul
- اَحْيَاۤءً وَّاَمْوَاتًاۙ Aḥyā'aw wa amwātā(n). bagi yang (masih) hidup dan yang (sudah) mati?
- وَّجَعَلْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ شٰمِخٰتٍ وَّاَسْقَيْنٰكُمْ مَّاۤءً فُرَاتًاۗ Wa ja‘alnā fīhā rawāsiya syāmikhātiw wa asqainākum mā'an furātā(n). Kami menjadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan memberi minum kamu air yang tawar?
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى مَا كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۚ Inṭaliqū ilā mā kuntum bihī tukażżibūn(a). (Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Pergilah menuju apa (neraka) yang selalu kamu dustakan.
- اِنْطَلِقُوْٓا اِلٰى ظِلٍّ ذِيْ ثَلٰثِ شُعَبٍ Inṭaliqū ilā ẓillin żī ṡalāṡi syu‘ab(in). Pergilah menuju naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang
- لَا ظَلِيْلٍ وَّلَا يُغْنِيْ مِنَ اللَّهَبِۗ Lā ẓalīliw wa lā yugnī minal-lahab(i). yang tidak melindungi dan tidak menahan (panasnya) nyala api neraka.”
- اِنَّهَا تَرْمِيْ بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِۚ Innahā tarmī bisyararin kal-qaṣr(i). Sesungguhnya ia (neraka) menyemburkan bunga api bagaikan istana (yang besar dan tinggi),
- كَاَنَّهٗ جِمٰلَتٌ صُفْرٌۗ Ka'annahū jimālatun ṣufr(un). seakan-akan iringan unta (hitam) kekuning-kuningan.
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- هٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُوْنَۙ Hāżā yaumu lā yanṭiqūn(a). Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara.
- وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ Wa lā yu'żanu lahum fa ya‘tażirūn(a). Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf.
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنٰكُمْ وَالْاَوَّلِيْنَ Hāżā yaumul-faṣli jama‘nākum wal-awwalīn(a). (Dikatakan kepada mereka,) “Inilah hari Keputusan. Kami kumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.
- فَاِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيْدُوْنِ Fa'in kāna lakum kaidun fakīdūn(i). Jika kamu punya tipu daya, lakukanlah terhadap-Ku.”
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ ࣖ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ ظِلٰلٍ وَّعُيُوْنٍۙ Innal-muttaqīna fī ẓilāliw wa ‘uyūn(in). Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (ada di sekitar) mata air
- وَّفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَۗ Wa fawākiha mimmā yasytahūn(a). serta buah-buahan yang mereka sukai.
- كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ Kulū wasyrabū hanī'am bimā kuntum ta‘malūn(a). (Dikatakan kepada mereka,) “Makan dan minumlah dengan nikmat karena apa yang selalu kamu kerjakan.”
- اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ Innā każālika najzil-muḥsinīn(a). Sesungguhnya demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- كُلُوْا وَتَمَتَّعُوْا قَلِيْلًا اِنَّكُمْ مُّجْرِمُوْنَ Kulū wa tamatta‘ū qalīlan innakum mujrimūn(a). (Dikatakan kepada orang-orang kafir,) “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar. Sesungguhnya kamu adalah para pendurhaka!”
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ ارْكَعُوْا لَا يَرْكَعُوْنَ Wa iżā qīla lahumurka‘ū lā yarka‘ūn(a). Apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.
- وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ Wailuy yauma'iżil lil-mukażżibīn(a). Celakalah pada hari itu para pendusta (kebenaran).
- فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ ࣖ ۔ Fa bi'ayyi ḥadīṡim ba‘dahū yu'minūn(a). Maka, pada perkataan manakah sesudahnya (Al-Qur’an) mereka akan beriman?